Framing Ketaatan Kepada Pemimpin Dalam Komunikasi Digital Salafi: Studi Pada Instagram Syafiq Basalamah

Framing Obedience to Leaders in Salafi Digital Communication: A Study on Syafiq Basalamah’s Instagram

Authors

  • Abiano Al Affan Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.53866/jimi.v6i4.1574

Keywords:

Salafi, Framing, Ketaatan kepada Pemimpin, Instagram

Abstract

Tujuan – Penelitian ini menganalisis bagaimana Syafiq Basalamah, penceramah Salafi, membingkai ketaatan kepada pemimpin Indonesia di Instagram.
Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis framing Gamson dan Modigliani terhadap tujuh unggahan akun @syafiqrizabasalamah_official, dipilih secara purposif dari periode 1 Agustus - 5 September 2026 yang berkaitan dengan pemimpin atau pemerintah. Unggahan ditranskripsikan dan dikode berdasarkan framing devices dan reasoning devices, lalu disintesis menjadi bingkai inti (core frame).
Temuan – Ketaatan kepada pemimpin dibingkai sebagai kewajiban agama yang bersyarat, bukan “taat buta”, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ketaatan disertai doa dan nasihat lembut, sedangkan kritik keras tidak dianjurkan. Kesulitan sosial dan ekonomi lebih dikaitkan dengan kondisi moral masyarakat daripada kebijakan pemerintah. Tidak ada unggahan yang mengkritik kebijakan tertentu, sehingga menurut pembacaan peneliti kebijakan merugikan yang bukan maksiat tidak memiliki kanal respons yang jelas.
Keterbatasan penelitian/implikasi – Penelitian ini hanya mencakup tujuh unggahan dari satu penceramah pada satu platform dan menganalisis konten, bukan resepsi khalayak, sehingga temuan tidak dapat digeneralisasi. Penelitian selanjutnya perlu melibatkan penceramah dan platform lain serta respons khalayak.
Implikasi praktis – Temuan dapat menjadi bahan literasi media digital untuk membantu khalayak membedakan kewajiban agama, doa, dan kritik kebijakan melalui kanal yang sah.
Orisinalitas/nilai – Kajian terdahulu tentang media sosial Syafiq Basalamah berfokus pada isi pesan dakwahnya. Penelitian ini menerapkan analisis framing secara khusus pada pesan ketaatan kepada pemimpin dalam konten ringkas pendakwah Salafi populer.

References

Abdullah, S. N. A. (2025). Framing Dakwah Medsos Perihal Bid’ah Abdul Somad Dan Syafiq Reza Basalamah (Analisis Robert N. Entment). AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 7(1), 11–22.

Adam, N. A. B., Syamsuddin, D., & Wilano, W. (2026). Dakwah Dan Transformasi Keberagamaan Urban: Kajian Komunikasi Urban Sufisme Dan Urban Salafi. Jurnal Ilmu Agama Indonesia, 2(2), 116–121.

Aditia, R., & Ritonga, M. H. (2024). Analisis Pesan Dakwah Ustadz Khalid Basalamah “Membangun Keluarga Islami” di Media Sosial Instagram. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 9(2), 154–163.

Ahmad, J., Hayat, A. P., & Wafi, M. H. (2025). Pragmatism of doctrine: Salafi political discourse in digital spaces. Kasetsart Journal of Social Sciences, 46(3), 460336.

Alfian, M., Nahar, M. M., & Priyatna, N. M. (2024). Hijrah Salafi: Rekonfigurasi Identitas Keagamaan di Lingkungan Akademik Perkotaan (Studi Kasus Pogung, Yogyakarta). At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 6(2), 1706–1722.

Boulianne, S., & Theocharis, Y. (2020). Young people, digital media, and engagement: A meta-analysis of research. Social science computer review, 38(2), 111–127.

Detik. (2023). Di Madinah Ustaz Syafiq Basalamah Doakan Andre Rosiade Jadi Gubernur Sumbar. https://news.detik.com/berita/d-6635050/di-madinah-ustaz-syafiq-basalamah-doakan-andre-rosiade-jadi-gubernur-sumbar

Dzukroni, A. A., & Aziz, M. T. (2023). Quo Vadis Modern Salafism: Re-Questioning Salafi’s Moderation Value on Social Media. Islamika Inside: Jurnal Keislaman Dan Humaniora, 9(2), 180–204.

Entman, R. M. (1993). Framing: Towards Clarification of A Fractured Paradigm. McQuail’s reader in mass communication theory, 390, 397.

Eriyanto. (2019). Media dan Opini Publik: Bagaimana Media Menciptakan Isu (Agenda Setting), Melakukan Pembingkaian (Framing), dan Mengarahkan Pandangan Publik (Priming). Rajawali Press.

Gamson, W. A., & Modigliani, A. (1989). Media Discourse and Public Opinion on Nuclear power: A Constructionist Approach. American journal of sociology, 95(1), 1–37.

Hafid, W. (2020). Menyoal Gerakan Salafi di Indonesia (Pro-Kontra Metode Dakwah Salafi). Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law, 2(1), 29–48.

Halizzah, K. A., & Maksum, M. N. R. (2025). Wawasan Salafi terhadap Partisipasi Politik dalam Pemilu 2024. Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi, 5(1), 73–80.

Harahap, N., & Abidil, S. (2023). Analisis Pesan Dakwah Syafiq Riza Basalamah di Media Sosial Instagram. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 2(4), 1327–1336.

Khamdan, M., & Abidin, N. (2024). Ideological Contestations of Salafism and Moderatism in Indonesia’s Hijra Movement: Critical Discourse Analysis. Al’Adalah, 27(2), 101–124.

Kholis, N., & Puspitasari, E. (2023). Dinamika gerakan dakwah Salafi pada masyarakat multikultur di Indonesia. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(2), 52–65.

Koehrsen, J. (2021). Muslims and climate change: How Islam, Muslim organizations, and religious leaders influence climate change perceptions and mitigation activities. Wiley Interdisciplinary Reviews: Climate Change, 12(3), e702.

Kriyantono, R. (2021). Teknik Praktis Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif. Kencana.

Maimanah, M., Nor’ainah, N., Khatimah, H., & Basrian, B. (2024). Analisis Sikap Salafi dalam Praktek Keagamaan: Studi Komparatif di Media Sosial. Journal of Education Research, 5(3), 2734–2745.

Misbah, M. (2014). Tradisi keilmuan pesantren salafi. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 12(2), 241–258.

Muary, R., Susanti, N., & Atikah, P. (2025). Salafis and social media: The emergence of Islamic populism in Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 18(2), 151–170.

Nasrullah, F. (2026). The Role of Framing in Mobilization: Case Study of Riza Basalamah’s Gathering at Masjid Assalam. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 111–130.

Redjosari, S. M. (2019). Salafi dan Stigma Sesat-Radikal. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 13(2), 305–324.

Republika. (2024). Menteri AHY Undang Ustadz Syafiq Riza Basalamah Ceramah di WIdya Chandra. https://news.republika.co.id/berita/seso0i484/menteri-ahy-undang-ustadz-syafiq-riza-basalamah-ceramah-di-widya-chandra

Riau Tribune. (2017). Ustadz Syafiq Riza Basalamah Kembali Tausiah di Kota Bertuah. https://riautribune.com/news/detail/6474/ustadz-syafiq-riza-basalamah-ikembali-si-tausiah-di-kota-bertuah

Suara NTB. (2025). Sambut Harlah ke 22 Pemda KSB Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustadz Riza Basalamah. https://suarantb.com/2025/11/15/sambut-harlah-ke-22-pemda-ksb-gelar-tabligh-akbar-bersama-ustadz-riza-basalamah/

Wahib, A. B. (2011). Dakwah Salafi: Dari Teologi Puritan Sampai Anti Politik. Media Syari’ah, 13(2).

Wiktorowicz, Q. (2006). Anatomy of the Salafi Movement. Studies in Conflict & Terrorism, 29(3), 207–239. https://doi.org/10.1080/10576100500497004

Yamamoto, M., Kushin, M. J., & Dalisay, F. (2015). Social media and mobiles as political mobilization forces for young adults: Examining the moderating role of online political expression in political participation. New media & society, 17(6), 880–898.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Al Affan, A. (2026). Framing Ketaatan Kepada Pemimpin Dalam Komunikasi Digital Salafi: Studi Pada Instagram Syafiq Basalamah: Framing Obedience to Leaders in Salafi Digital Communication: A Study on Syafiq Basalamah’s Instagram. Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 6(4), 797–807. https://doi.org/10.53866/jimi.v6i4.1574