SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
https://journal.das-institute.com/index.php/spesifik
<p>Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran <strong>(SPESIFIK)</strong> adalah jurnal akademik yang berfokus pada publikasi penelitian dan tinjauan literatur dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi para peneliti, praktisi pendidikan, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan temuan terbaru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Kami memiliki jadwal penerbitan sebanyak 4 (empat) kali per tahun.</p> <p><strong>Lingkup Jurnal:</strong></p> <p>Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran <strong>(SPESIFIK)</strong> menerima sumbangan artikel dalam berbagai topik yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran, termasuk namun tidak terbatas pada:</p> <ul> <li>Metode pembelajaran inovatif</li> <li>Desain kurikulum</li> <li>Evaluasi pembelajaran</li> <li>Penggunaan teknologi dalam pendidikan</li> <li>Kajian teori dan praktik pendidikan</li> <li>Psikologi pendidikan</li> <li>Pendidikan inklusif</li> <li>Pembelajaran berbasis proyek</li> <li>Pengembangan profesional guru</li> <li>Pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika)</li> <li>Pendidikan Islami</li> <li>Pendidikan multikultural</li> <li>Kajian pendidikan khusus</li> </ul> <p><strong>Proses Peer Review:</strong> Setiap artikel yang masuk ke Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (SPESIFIK) akan melalui proses peer review yang ketat. Setiap artikel akan ditinjau oleh para pakar independen yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang yang relevan. Proses ini bertujuan untuk memastikan kualitas, keaslian, dan kebermanfaatan setiap artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini.</p> <p>Penulis yang ingin menyumbangkan artikel ke Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (SPESIFIK) diharapkan mengikuti panduan dan pedoman penulisan yang tersedia di situs web jurnal. Artikel harus disusun sesuai dengan format yang ditentukan dan dikirim melalui sistem pengiriman online yang telah disediakan.</p>DAS Instituteen-USSPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran2988-2796TRANSFORMASI SIKAP INKLUSIF PENDIDIK BERBASIS PARADIGMA QUR’ANI: STUDI GURU DIFABEL DI SLB BANJARNEGARA
https://journal.das-institute.com/index.php/spesifik/article/view/1340
<p>Kajian ini berangkat dari kegelisahan yang cukup spesifik: kebijakan pendidikan inklusif berkembang, tetapi sikap pendidik tidak selalu bergerak searah. Dalam konteks itu, paradigma Qur’ani khususnya melalui pembacaan Surat ‘Abasa digunakan bukan sekadar sebagai rujukan normatif, melainkan sebagai lensa untuk memahami perubahan sikap guru difabel di SLB Banjarnegara. Pendekatan fenomenologi dipilih karena penelitian ini tidak mengejar generalisasi cepat, melainkan ingin menelusuri pengalaman yang benar-benar dialami (lived experience). Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan kombinasi purposive serta snowball sampling agar narasi yang muncul tidak tunggal.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan lima pola yang saling berkelindan. Inklusivitas dimaknai sebagai pengakuan atas perbedaan, bukan sekadar penggabungan ruang belajar. Sikap pendidik mengalami pergeseran yang tidak instan dari ragu menuju empati yang lebih reflektif. Nilai-nilai dalam Surat ‘Abasa berfungsi sebagai pijakan etik yang memengaruhi cara guru memandang difabel. Pengalaman hidup guru difabel sendiri ternyata berperan besar dalam membentuk kepekaan sosial. Namun, di saat yang sama, keterbatasan fasilitas dan lemahnya dukungan sistem masih menjadi penghambat yang nyata.</p> <p>Temuan ini mengarah pada satu hal yang agak jarang ditegaskan: pembentukan sikap inklusif tidak cukup dijelaskan oleh aspek pedagogis saja. Ada dimensi spiritual dan pengalaman personal yang bekerja diam-diam tetapi menentukan. Karena itu, penguatan pendidikan inklusif sebaiknya tidak hanya berfokus pada teknik mengajar, melainkan juga pada proses internalisasi nilai yang lebih reflektif.</p>Rendi SetiyawanUmar SaidAbiyyu Zakly
Copyright (c) 2026 SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
2026-06-082026-06-084318119510.53866/spesifik.v4i3.1340THE CORRELATION BETWEEN GRAMMAR ACHIEVEMENT AND WRITING ACHIEVEMENT AMONG ELEVENTH GRADE AT SMA BATIK 2 SURAKARTA IN THE ACADEMIC YEAR 2025/2026
https://journal.das-institute.com/index.php/spesifik/article/view/1373
<p>This study aimed to determine the correlation between grammar achievement and writing achievement among eleventh-grade students at SMA Batik 2 Surakarta in the 2025/2026 academic year. The research used a quantitative correlational design with purposive sampling involving 31 students. Data were collected through grammar tests and writing assignments assessing content, organization, vocabulary, grammar, and mechanics. The data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, Pearson Product Moment correlation, and simple linear regression through Microsoft Excel. The findings showed a weak positive correlation between grammar and writing achievement with a correlation coefficient (r) of 0.310. The coefficient of determination (R²) was 0.096, indicating that grammar achievement contributed only 9.6% to writing achievement, while 90.4% was influenced by other factors. In addition, the significance test revealed a p-value of 0.089, which was higher than 0.05, meaning the correlation was not statistically significant. The statistical outcome showed that the null hypothesis was upheld, while the alternative hypothesis was declined. The study concluded that grammar achievement is not the main factor affecting students’ writing ability because other aspects, such as vocabulary mastery, creativity, motivation, and writing experience, also play important roles.</p>Nadia Aulia RahmanSharfina Rahma WatiCinthya Dhea PermataAfra Hana ShofiyaJihan NabiilaNaswa Aliya Hasifa
Copyright (c) 2026 SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
2026-06-082026-06-084315015910.53866/spesifik.v4i3.1373NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL DIKTA DAN HUKUM SERTA RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://journal.das-institute.com/index.php/spesifik/article/view/1369
<p>This study examines the values of character education in Dhia'an Farah's novel "Dikta Dan Hukum" and its relevance to Islamic religious education. This study, a qualitative literature study, aims to determine the values of character education contained in Dhia'an Farah's novel "Dikta dan Hukum" and their relevance to Islamic religious education teachings.<br>The results indicate that the implied and explicitly stated characters in the novel are closely aligned with character education values, making them relevant for integration into Islamic religious education materials and providing a concrete depiction of behavior reflecting good character in everyday life. The relevance of Dhia'an Farah's novel "Dikta dan Hukum" emphasizes the value of character education, especially in everyday life. Through the depiction of characters who reflect moral and spiritual values, the novel serves not only as entertainment but also as a guideline for fostering noble character in society. The characters in the story demonstrate how character education can guide individuals to face life's challenges with integrity and faith.</p> <p> </p>Hasna AbiyyuRifqi MuntaqoMukromin
Copyright (c) 2026 SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
2026-06-082026-06-084316918010.53866/spesifik.v4i3.1369KONSEP AL-QUR’AN SURAT AT-TIN AYAT 4 DALAM RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AKHLAK
https://journal.das-institute.com/index.php/spesifik/article/view/1376
<p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kemuliaan manusia dalam Al-Qur’an Surat At-Tin ayat 4 serta relevansinya dengan pendidikan akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa Al-Qur’an Surat At-Tin ayat 4 dan berbagai kitab tafsir, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode tafsir tahlili dan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. At-Tin ayat 4 mengandung konsep ahsani taqwīm yang menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk terbaik serta memiliki potensi akal, spiritual, dan moral yang harus dikembangkan melalui pendidikan. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam ayat ini meliputi fitrah kebaikan, tanggung jawab moral, pengendalian diri, serta sikap kasih sayang dan saling menghormati. Relevansi ayat tersebut terhadap pendidikan akhlak terlihat pada perannya sebagai landasan dalam pengembangan potensi manusia, penjagaan fitrah, solusi terhadap krisis moral, serta pembentukan karakter Islami. Oleh karena itu, QS. At-Tin ayat 4 dapat dijadikan dasar filosofis dalam penguatan pendidikan akhlak guna membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab.</p>Shoimatus SafitriMoh SakirMuhtar Sofwan Hidayat
Copyright (c) 2026 SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
2026-06-082026-06-084319520910.53866/spesifik.v4i3.1376ANALISIS BEGINNING OF REASONING TERHADAP POLA PIKIR USIA OPERASIONAL KONKRET DI SD N WRINGINANOM
https://journal.das-institute.com/index.php/spesifik/article/view/1372
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>beginning of reasoning</em> (penalaran awal) terhadap pola pikir peserta didik pada tahap operasional konkret di SDN Wringinanom. Penelitian menggunakan metode studi literatur dan observasi dengan subjek penelitian peserta didik kelas V dan VI yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur dari berbagai sumber ilmiah serta observasi langsung pada kegiatan pembelajaran matematika berbasis permainan kartu <em>UNO</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran awal peserta didik berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir dalam memahami konsep pembelajaran. Peserta didik pada tahap operasional konkret cenderung lebih mudah memahami materi melalui pengalaman langsung, media konkret, dan aktivitas pembelajaran yang kontekstual. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan kemampuan penalaran antar peserta didik yang memengaruhi strategi penyelesaian masalah dan perkembangan berpikir kritis. Penelitian <em>beginning of reasoning</em> dapat menjadi dasar penting dalam membangun pola pikir peserta didik serta meminimalisasi miskonsepsi dalam pembelajaran. Integrasi penalaran dengan nilai adab dan kesungguhan belajar sebagaimana pemikiran Hasyim Asy'ari menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan intelektual dan karakter peserta didik.</p>Amalinda DinarrizanaAhmat MiftahudinMuhammad Zakka Hafiyyan
Copyright (c) 2026 SPESIFIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
2026-06-082026-06-084316016810.53866/spesifik.v4i3.1372