TRANSFORMASI SIKAP INKLUSIF PENDIDIK BERBASIS PARADIGMA QUR’ANI: STUDI GURU DIFABEL DI SLB BANJARNEGARA
DOI:
https://doi.org/10.53866/spesifik.v4i3.1340Keywords:
pendidikan inklusif, paradigma Qur’ani, Surat ‘Abasa; guru difabel, transformasi sikapAbstract
Kajian ini berangkat dari kegelisahan yang cukup spesifik: kebijakan pendidikan inklusif berkembang, tetapi sikap pendidik tidak selalu bergerak searah. Dalam konteks itu, paradigma Qur’ani khususnya melalui pembacaan Surat ‘Abasa digunakan bukan sekadar sebagai rujukan normatif, melainkan sebagai lensa untuk memahami perubahan sikap guru difabel di SLB Banjarnegara. Pendekatan fenomenologi dipilih karena penelitian ini tidak mengejar generalisasi cepat, melainkan ingin menelusuri pengalaman yang benar-benar dialami (lived experience). Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan kombinasi purposive serta snowball sampling agar narasi yang muncul tidak tunggal.
Hasil penelitian menunjukkan lima pola yang saling berkelindan. Inklusivitas dimaknai sebagai pengakuan atas perbedaan, bukan sekadar penggabungan ruang belajar. Sikap pendidik mengalami pergeseran yang tidak instan dari ragu menuju empati yang lebih reflektif. Nilai-nilai dalam Surat ‘Abasa berfungsi sebagai pijakan etik yang memengaruhi cara guru memandang difabel. Pengalaman hidup guru difabel sendiri ternyata berperan besar dalam membentuk kepekaan sosial. Namun, di saat yang sama, keterbatasan fasilitas dan lemahnya dukungan sistem masih menjadi penghambat yang nyata.
Temuan ini mengarah pada satu hal yang agak jarang ditegaskan: pembentukan sikap inklusif tidak cukup dijelaskan oleh aspek pedagogis saja. Ada dimensi spiritual dan pengalaman personal yang bekerja diam-diam tetapi menentukan. Karena itu, penguatan pendidikan inklusif sebaiknya tidak hanya berfokus pada teknik mengajar, melainkan juga pada proses internalisasi nilai yang lebih reflektif.
References
Amalia, R. L., & Orchidea, H. A. (2026). Implementasi layanan pendidikan inklusif bagi siswa
berkebutuhan khusus. Indonesian Journal of Social Issues.
Andriani, F., & Agustin, N. (2026). Islamic spirituality and child-friendly schools for students
with special needs. Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.32478/8q4w7r03
Deng, Z. (2025). Teachers’ attitudes towards inclusive education: A qualitative study.
https://skemman.is/handle/1946/49127
Halwati, U., & Hidayat, I. M. (2025). Nilai-nilai inklusivitas dalam uslub Al-Qur’an.
Schemata: Jurnal Pascasarjana. http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata
Hariyati, H., Purwanti, S., & Wong, D. X. (2025). Strategi implementasi pendidikan inklusi
di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan.
https://journal.uniga.ac.id/index.php/JP/article/view/42961/280
Hasanah, F. N., & Zailani, Z. (2025). Strategi dan tantangan dalam menerapkan pembelajaran
inklusif pada anak usia dini. Journal of Education Research.
https://doi.org/10.37985/jer.v6i2.2330
Ima, S. (2026). Evaluasi program pendidikan inklusif di sekolah dasar.
https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/43407
Lindner, K. T., Pirker, A., & Avramidis, E. (2026). Secondary school teachers’ attitudes
towards inclusive education: A systematic review. European Journal of Special Needs
Education.
Maki, Z. (2025). Pendidikan inklusif dalam Al-Qur’an. Epistemic: Jurnal Ilmiah Pendidikan.
https://doi.org/10.70287/epistemic.v4i1.381
Pamuji, Z. (2025). Pengelolaan madrasah inklusif dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
https://www.proquest.com/openview/4390633264276093fb1ea4f5f209efcb/1?pq-
origsite=gscholar&cbl=2026366&diss=y
Pratiwi, D. W., & Sukartono, S. (2025). Persepsi guru terhadap tantangan dan peluang dalam
implementasi pendidikan inklusi. Aulad: Journal on Early Childhood.
https://doi.org/10.31004/aulad.v8i1.954
Rohman, O. A., & Ulum, M. B. (2025). Pendidikan anak berkebutuhan khusus dalam Surah
Abasa ayat 1–10. Kartika: Jurnal Studi Keislaman.












