EKSISTENSI BAND TAMPLEK (REBANA) BADRANAYA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA RELIGIUS MASYARAKAT DESA RIMUN, PURWOREJO
Keywords:
Existence, Rebana, Religious Cultural IdentityAbstract
Rebana art is one form of religious traditional art that plays an important role in preserving the cultural identity of rural communities. This study aims to examine the existence of the Band Tamplek (rebana) Badranaya as a religious cultural identity of the community in Rimun Village, Loano District, Purworejo. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation involving the group’s founders, first-generation members of Band Tamplek, religious leaders, community leaders, and village officials. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The results indicate that Band Tamplek (rebana) Badranaya maintains a relatively strong existence in socio-religious activities and has gained recognition at the sub-district level; however, the regeneration process has not been optimal due to limited involvement of younger generations and insufficient supporting facilities.
Keyword: Existence, Rebana, Religious Cultural Identity
Abstrak
Kesenian rebana merupakan salah satu bentuk seni tradisional religius yang berperan penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi Band Tamplek (rebana) Badranaya sebagai identitas budaya religius masyarakat Desa Rimun, Kecamatan Lano, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pendiri grup, anggota Band Tamplek generasi awal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Band Tamplek (rebana) Badranaya memiliki eksistensi yang cukup kuat dalam kegiatan sosial-keagamaan dan memperoleh pengakuan di tingkat kecamatan, namun regenerasi belum berjalan optimal karena minimnya keterlibatan generasi muda dan keterbatasan sarana pendukung.
References
Atik et al, S. (1992). Rebana Burdah dan Biang. Jakarta: Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
Dwiantari, W. P., & Hardiyan, O. D. (2025). Pelatihan Rebana Bagi Remaja dan Anggota PKK di Desa Gondosari sebagai Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional. Al-Fattah: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, Vol. 02. No. 01.
Fadhillah, M. (2023). Peran Identitas Budaya Pada Mahasiswa Universitas Serang Raya. Seminar Nasional Komunikasi Administrasi Negara dan Hukum, Vol. 1.
Handayani et al. (2024). Regenerasi Pelaku Seni Pertunjukan Tradisional Banyumas: Studi Pada Grup Ebeg Anak-anak Budaya Laras, Desa Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara. Universitas Negeri Semarang.
Hudayana, B. (2021). Pengembangan Seni-Budaya sebagai Penguatan Identitas Komunitas Kejawen dan Santri di Desa pada Era Reformasi. Jurnal Satwika, Vol 5. No. 1.
Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Persada Press.
Margono. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta.
Ningsih, F. F. (2021). Fungsi Kesenian Rebana Sebagai Media Pengembangan Masyarakat Islami (Studi Kasus Penguasa Rebana Muslim Grup Kecamatan Manyar Gresik). Al-Tatwir, Vol. 8 No. 1.
Nurhayati, B. R., & Dukut, E. M. (2024). Menghidupkan Kembali (Revitalisasi Seni Budaya Panembrono di Kelurahan Kemijen Kota Semarang. Abdimasku, Vol. 7, No. 3.
Qonita et al, M. (2024). Menghi. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, Vol. 3 No. 2.
Rambalangi, Sambiran, S., & Kasenda, V. (2018). Eksistensi Lembaga Adat dalam Pembangunan Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa. Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan, Vol. 1 No. 1.
Rusfandi. (2024). Pentingnya Pemahaman Budaya & Identitas Sosial. Jurnal Manajemen, Akuntasi dan Pendidikan, Vol 1 No.1.
Sinaga, S. S. (2006). Fungsi dan Ciri Khas Kesenian Rebana di Panyura Jawa Tengah. Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni, Vol. 2 No.3.
Suharto et al, A. W. B. (2024). Peran Perempuan Melalui Kesenian Braen Women Role Reflected Through Braen Art. Mahasan : Masyarakat Bahasa & Sastra Nusantara, Vol 18 No. 1.
Zuriah. (2006). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan:Teori-Aplikasi. Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asep Sunarko, Qurrotu Ainii Najaah, Mailatussakinah, Muhammad Ariqulazka, Antep Rohman Nur Fauzi, Nur Afni Azizah , Nurfaizin, Namus Hidayat, Engga Rifqi Fahriza, Salma Naylul Husnayaini, Wahyu Ika Ramadhani, Khoirun Nisak Imroatun Navi'ah, Rusyda Millati Hakim, Ati'il Khusna, Syarifatul Amanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











