Tinjauan Maqasid Syari'ah Terhadap Fatwa MUI Tentang Penggunaan Stem Cell Untuk Pengobatan
DOI:
https://doi.org/10.53866/jimi.v5i4.957Keywords:
Maqasid al-Syari’ah, MUI, Stem CellAbstract
Perkembangan pesat dalam teknologi kedokteran, khususnya stem cell (sel punca), memberikan harapan positif dalam pengobatan penyakit kronis dan degeneratif. Namun, penerapannya menimbulkan beberapa dilema etika yang signifikan, terutama terkait penggunaan dan hal-hal terkait embrio manusia yang memiliki potensi kehidupan. Menyikapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa Nomor 51 Tahun 2020 yang mengatur ketentuan penggunaan stem cell secara syar’i dengan berbagai syarat yang diharapkan mampu menjadi kompas dalam membersamai kemajuan teknologi, terutama terkait sumber sel yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji fatwa tersebut melalui perspektif maqāṣid al-syarī‘ah yang mencakup perlindungan agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-‘aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-maal). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-teologis dan analitis-deskriptif berbasis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa MUI secara tegas mengintegrasikan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dalam menanggapi tantangan teknologi medis modern, dengan menekankan keseimbangan antara kemajuan ilmiah dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam.
References
al-Ghazali, A. H. (2013). al-Mustashfa min ’Ilmil Ushul (M. A. S. ’Abdul al-Syafi, Ed.; 1st ed., Vol. 1). Daar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
al-Shobuniy, A. (2008). Rawa’iul Bayan fii Tafsir Ayatil Ahkam (1st ed., Vol. 2). Maktabah al-Ghazali.
al-Sonhaji, I. B. (2006). Atsar Ibnu Baadis (A. Tholiby, Ed.; 1st ed., Vol. 1). Maktabah Al-Jazairiyyah.
Al-Syathibi. (2017). Al-Muwafaqat (A. U. Masyhur, Ed.). Daar Ibn ’Affan.
ARTINI, I. G. A. Y. U. (2015). Cancer Stem Cell-Targeted Therapy: Harapan Baru Terapi Kanker. Indonesian Journal of Cancer, 9(3), 127–132.
Baldwin, T. (2009). Morality and human embryo research: Introduction to the Talking Point on morality and human embryo research. EMBO Reports, 10(4), 299–300.
Fadel, H. E. (2012). Developments in stem cell research and therapeutic cloning: Islamic ethical positions, a review. Bioethics, 26(3), 128–135.
Galderisi, U., Peluso, G., & Di Bernardo, G. (2022). Clinical trials based on mesenchymal stromal cells are exponentially increasing: where are we in recent years? Stem Cell Reviews and Reports, 18(1), 23–36.
Kumar, S., & Singh, N. P. (2006). Stem cells: A new paradigm.
Lanza, R., Gearhart, J., Hogan, B., Melton, D., Pedersen, R., Thomas, E. D., & Thomson, J. A. (2005). Essentials of stem cell biology. Elsevier.
Lo, B., & Parham, L. (2009). Ethical issues in stem cell research. Endocrine Reviews, 30(3), 204–213.
Majelis Ulama Indonesia (MUI). (2020). Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pedoman Penggunaan Stem Cell untuk Pengobatan.
McMahon, D. S. (2014). The global industry for unproven stem cell interventions and stem cell tourism. Tissue Engineering and Regenerative Medicine, 11, 1–9.
Mitra, P. (2021). The beginning of life issues: An Islamic perspective. Journal of Religion and Health, 60(2), 663–683.
Olawale, F. A. (2013). Islamic ethics and stem cell research. ICR Journal, 4(1), 103–116.
Turner, L., & Knoepfler, P. (2016). Selling stem cells in the USA: assessing the direct-to-consumer industry. Cell Stem Cell, 19(2), 154–157
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Afrizal Tw

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















