Pengaruh Optimasi Dan Koordinasi Simpang Bersinyal Terhadap Emisi Karbon Monoksida (Co) Di Koridor Jl. Soekarno Hatta, Kabupaten Kebumen

The Effect of Signalized Intersection Optimization and Coordination on Carbon Monoxide (CO) Emissions along the Soekarno Hatta Corridor, Kebumen Regency

Authors

  • Wahyu Susilojati Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • Panji Pasa Pratama Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD
  • William Seno Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD

DOI:

https://doi.org/10.53866/jimi.v6i2.1477

Keywords:

Emisi Karbon Monoksida, Koordinasi Simpang Bersinyal, Optimasi Lalu Lintas

Abstract

Koordinasi simpang bersinyal umumnya dievaluasi hanya dari indikator kinerja lalu lintas, sementara dampaknya terhadap kualitas udara di sekitar simpang jarang diukur langsung, padahal kawasan tersebut sering menjadi tempat beraktivitas pedagang dan pejalan kaki. Penelitian ini mengestimasi emisi karbon monoksida (CO) pada tiga simpang bersinyal di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kebumen, yaitu Simpang Tugu Lawet, Simpang Pegadaian, dan Simpang SMPN 5, yang sebelumnya telah dikoordinasikan waktu siklusnya menggunakan MKJI 1997 dan Transyt 16. Estimasi dilakukan dengan menguraikan volume lalu lintas menjadi tiga kategori kendaraan yaitu sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat, kemudian mengalikan volume tiap kategori dan panjang antrian dari kajian rekayasa lalu lintas terdahulu dengan faktor emisi resmi masing-masing kategori menurut PERMENLH No. 12 Tahun 2010, dibandingkan antara kondisi eksisting, optimasi terpisah, dan koordinasi. Hasil menunjukkan emisi CO turun dari 26,66 kilogram per jam pada kondisi eksisting menjadi 14,36 kilogram per jam pada optimasi dan 14,27 kilogram per jam pada koordinasi, atau turun 46,48%, yang sedikit melampaui persentase penurunan waktu tempuh koridor sebesar 44%. Namun, dari penurunan tersebut, 46,15% atau setara 99,3% dari total manfaat koordinasi sudah tercapai pada tahap optimasi simpang secara terpisah, sementara koordinasi hanya menambah manfaat emisi yang sangat kecil dan bahkan memperpanjang antrian pada tiga dari delapan pendekat. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat koordinasi sinyal lebih terasa pada efisiensi waktu tempuh sistem dibanding pengurangan emisi lokal, sehingga optimasi terpisah dapat menjadi opsi awal yang lebih sederhana dan hemat biaya bagi daerah dengan keterbatasan anggaran, tanpa mengorbankan manfaat kualitas udara secara signifikan dibanding koordinasi penuh.

References

Aidita, U., Murtiono, E. S., & Nurhidayati, A. (2022). Pengaruh Tundaan Kendaraan Dan Panjang Antrian Terhadap Kadar Emisi Gas Karbon Monoksida (CO) KENDARAAN. Indonesian Journal Of Civil Engineering Education, 7(1), 72. https://doi.org/10.20961/ijcee.v7i1.60726

Aryo Sasmita, Muhammad Reza, Shinta Elystia, & Syarah Adriana. (2022). Analisis Pengaruh Kecepatan Dan Volume Kendaraan Terhadap Emisi Dan Konsentrasi Karbon Monoksida Di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Jurnal Teknik Sipil, 16(4), 269–279.

Binning, J. C. (2019). Transyt 16 User Guide. Crowthorne: TRL Software.

Eka Suartawan, P., Sukmayasa, I. M., & Mardikawati, B. (2022). Pengaruh Kebijakan Pembatasan Kegiatan Wilayah Bali Terhadap Keluaran Emisi Gas Buang Kendaraan (Co Dan Nox) Di Jalan Imam Bonjol Denpasar Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, 13(2), 20–29. https://doi.org/10.55511/jpsttd.v13i2.639

Hazsya, M., Nurjazuli, N., & Dangiran, H. L. (2018). Hubungan Konsentrasi Karbon Monoksida (Co) Dan Faktor-Faktor Resiko Dengan Konsentrasi Cohb Dalam Darah Pada Masyarakat Beresiko Di Sepanjang Jalan Setiabudi Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(6), 241–250.

Iqbal, I., & Muammar, R. (2022). Kajian Polusi Udara Dari Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Pada Simpang Mesjid Raya Kota Langsa. Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(2), 125. https://doi.org/10.31764/justek.v5i2.11475

Luthfi, M. A., Firdausiyah, N., & Yudono, A. (2024). Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Kendaraan Angkutan Barang Di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Kota Malang. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 13(2), 1–12.

Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) (1997).

Muziansyah, D., Sulistyorini, R., & Sebayang, S. (2015). Model Emisi Gas Buangan Kendaraan Bermotor Akibat Aktivitas Transportasi (Studi Kasus: Terminal Pasar Bawah Ramayana Koita Bandar. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 3(1), 57–70. https://doi.org/10.23960/jrsdd.v3i1.394

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara Di Daerah (2010).

Purnomoasri, R. D., Yuono, T., Sumina, S., & Utama, F. D. L. (2023). Analisis Emisi CO dan CO2 pada Simpang Bersinyal Bejen Kabupaten Karanganyar. ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research, 25(1), 24. https://doi.org/10.20961/enviro.v25i1.78524

Rambing, V. V, Umboh, J., & Warouw, F. (2022). Literature Review: Gambaran Risiko Kesehatan Pada Masyarakat Akibat Paparan Gas Karbon Monoksida (Co). Kesmas, 11, 95–101.

Surahman, G., & Susilo, B. H. (2021). Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal untuk Menunjang Penerapan Eco – Driving. Jurnal Forum Mekanika, 10(2). https://doi.org/10.33322/forummekanika.v10i2.1475

Susilojati, W., Pratama, P. P., & Seno, W. (2023). Koordinasi Simpang Bersinyal pada Ruas Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Kebumen. Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD.

Teodorović, D. ., & Janić, Milan. (2022). Transportation engineering : theory, practice and modeling. Butterworth-Heinemann.

Wang, J., Jiang, S., Qiu, Y., Zhang, Y., Ying, J., & Du, Y. (2021). Traffic Signal Optimization under Connected-Vehicle Environment: An Overview. Journal of Advanced Transportation, 2021, 1–16. https://doi.org/10.1155/2021/3584569

Wu, K., Ding, J., Lin, J., Zheng, G., Sun, Y., Fang, J., Xu, T., Zhu, Y., & Gu, B. (2025). Big-data empowered traffic signal control could reduce urban carbon emission. Nature Communications, 16(1), 2013. https://doi.org/10.1038/s41467-025-56701-4

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Susilojati, W., Pratama, P. P. ., & Seno, W. . (2026). Pengaruh Optimasi Dan Koordinasi Simpang Bersinyal Terhadap Emisi Karbon Monoksida (Co) Di Koridor Jl. Soekarno Hatta, Kabupaten Kebumen: The Effect of Signalized Intersection Optimization and Coordination on Carbon Monoxide (CO) Emissions along the Soekarno Hatta Corridor, Kebumen Regency. Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 6, 40–48. https://doi.org/10.53866/jimi.v6i2.1477