Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Mental Pada Perempuan Indonesia: Tinjauan Literatur
The Impact Of Adolescent Marriage On Women’s Mental Health In Indonesia: A Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.53866/jimi.v6i2.1355Keywords:
Kekerasan Mental, Kekerasan Rumah Tangga, Perempuan, Pernikahan DiniAbstract
Pernikahan dini merupakan pernikahan pada individu berusia di bawah 19 tahun. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan fisik dan mental, terutama pada perempuan. Tinjaun literatur ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berkaitan dengan risiko gangguan kesehatan mental pada perempuan yang menikah usia dini di Indonesia, melalui literature review terhadap artikel nasional dan internasional tahun 2020-2025. Pencarian artikel diperoleh dari PubMed dan Google Scholar dengan item pelaporan menggunakan PRISMA. Hasil menunjukkan bahwa ketidakmatangan emosional, ekonomi, dan kurangnya dukungan sosial dapat mempengaruhi risiko gangguan mental, seperti stres dan trauma pada perempuan yang menikah usia dini. Temuan ini menegaskan bahwa pernikahan dini pada perempuan berhubungan dengan berbagai permasalahan kesehatan mental yang dipengaruhi oleh kesiapan psikologis, dukungan sosial, dan kehidupan setelah menikah.
References
Acoba, E.F. (2024) ‘Social support and mental health : the mediating role of perceived stress’, (February), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1330720.
Andriani, R., & Harnani, Y. (2022). Analysis of Health Services for People with Mental Disorders ( ODGJ ) at the Kampar District Health Office in 2021. 10(1), 61–68. https://journals.umkt.ac.id/index.php/jik/article/view/3272
ANTARA, N. (2025). Ministry calls for regional govts’ efforts in curbing child marriage. https://en.antaranews.com/news/385017/ministry-calls-for-regional-govts-efforts-in-curbing-child-marriage?
Aulia, A., & Rianto, A. (2024). Implementasi Batas Usia Minimal dalam Perkawinan. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Lampung, XVIII, 111–124. http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/25763%0Ahttp://digilib.unila.ac.id/25763/3/
Ayuwardany, W., & Kautsar, A. (2022). Faktor-Faktor Probabilitas Terjadinya Pernikahan Dini Di Indonesia. Jurnal Keluarga Berencana, 6(2), 49–57. https://doi.org/10.37306/kkb.v6i2.86
Azhar, Z., Putra, F., Atmaja, B. P., Darul, S., Batulicin, A., Benawa, J. B., Empat, S., Bumbu, T., Studi, P., & Keperawatan, I. (2022). Hubungan Antara Tingkat Pernikahan Dini Dengan Perubahan Kesehatan Mental Pada Remaja Wanita Usia 14-19 Tahun Relationship Between the Level of Early Marriage and Changes in Mental Health of Female Adolescent Aged 14-19 Years Old. Nursing Sciences Journal, 6(2), 63–71. https://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/nsj/article/view/3470
BPS, UNICEF, P. (2020). Prevention Of Child Marriage : Acceleration that cannot wait. Unicef, 01. https://www.unicef.org/indonesia/sites/unicef.org.indonesia/files/2020-06/Prevention-of-Child-Marriage-Report-2020.pdf
Dewi, L. S., Rahmiati, B. F., & Solehah, N. Z. (2023). Analisis Dampak Pernikahan Anak Perempuan Usia Dini Dengan Status Kesehatan, Gizi, Dan Psikologis. Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan, 3(2), 63–68. https://doi.org/10.30812/nutriology.v3i2.3042
Farika, S. A., Mirza, M. N., & Romas, A. N. (2024). Promosi Kesehatan tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan, 1(1), 69–77. https://doi.org/10.70109/jupenkes.v1i1.10
Fitriyani, N. I. (2021). Metode PRISMA Untuk Memprediksi Penyakit Kanker Payudara. Jurnal Inovasi Informatika Universitas Pradita, 6(2), 13–18. https://journal.pradita.ac.id/index.php/jii/article/view/197
Hikmah, N., Carolin, B. T., Lubis, R., Kebidanan, S., Kesehatan, F. I., & Jakarta, U. N. (2021). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI. 7(1), 17–24. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/jkm. v7i1.3110
Mangande, J. A. S., Desi, & Lahade, J. R. (2021). Kualitas pernikahan dan status kesehatan mental pada perempuan yang menikah usia dini. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 9(2), 293–310. https://doi.org/10.26714/jkj.9.2.2021.291-306
Maples, C. J. (2024). Phase III. Giving Voice, 92–95. https://doi.org/10.4324/9781032676883-9
Negara Republik Indonesia. (2019). Undang-undang Republik Indonesia No 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Undang-Undang Republik Indonesia, 006265, 2–6. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/122740/uu-no-16-tahun-2019
Ningrum, R., Ari Astuti, D., & Anjarwati. (2023). The Relationship between Early Marriage and Mental Health in Adolescent Girls in the KUA Ngemplak Yogyakarta. Jurnal PROMKES, 11(2), 141–148. https://doi.org/10.20473/jpk.v11.i2.2023.141-148
Nur Haryanti, A., Bintang Syah Putra, M., Larasati, N., Nureel Khairunnisa, V., & Dyah Dewi, L. A. (2024). Analisis Kondisi Kesehatan Mental di Indonesia Dan Strategi Penanganannya. Student Research Journal, 2, 28–40. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v2i3.1219
Radhiah, S., Munir, A., & Rahman, A. (2025). Family Resilience Model of Early Marriage Couples in Preventing Domestic Violence and Child Violence.
Sari, L. Y., Umami, D. A., & Darmawansyah, D. (2020). Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Dan Mental Perempuan (Studi Kasus Di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu). Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 10(1), 54–65. https://doi.org/10.52643/jbik.v10i1.735
SKI. (2023). Dalam Angka Dalam Angka. Kota Kediri Dalam Angka, 1–68. https://kedirikota.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/c56fb1d4ceef84eb488b8699/kota-kediri-dalam-angka-2023
Spataru, B. et al. (2024) ‘analysis’, (February). Available at: https://doi.org/10.1002/smi.3450.
Suwijik, S. P., & A’yun, Q. (2022). Pengaruh Kesehatan Mental dalam Upaya Memperbaiki dan Mengoptimalkan Kualitas Hidup Perempuan. Journal of Feminism and Gender Studies, 2(2), 109. https://doi.org/10.19184/jfgs.v2i2.30731
Taher, S. L. (2022). Hubungan Antara Budaya , Pengetahuan dan Sosial Ekonomi Dengan Pernikahan Dini. 50, 100–110. https://doi.org/https://doi.org/10.53801/ijms.v1i3.46
Tulenan, E. S., Lumapow, H. R., & Naharia, M. (2025). Analisa Psychological Well-Being Pada Wanita Dewasa Awal Yang Menikah di Usia Dini di Kabupaten Minahasa. 3, 1577–1584. https://doi.org/10.61579/future.v3i4.660
UNICEF. (2023). Global polycrisis creating uphill battle to end child marriage. https://www.unicef.org/press-releases/global-polycrisis-creating-uphill-battle-end-child-marriage-unicef?utm_source
Wahyu Trisno Aji. (2023). Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Berbagai Bentuk Kekerasan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2015. Mutiara : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 1(6), 303–320. https://doi.org/10.59059/mutiara.v1i6.644
Wahyuningsih, S., Kurniasari, N. D., Manafe, Y. D., Ayu, D., & Efendi, P. (2024). Persuasive Communication of DKBP3A as a Form of Early Marriage Prevention Power to Minimize Domestic Violence and Perpetrator ’ s Mental Disoders. 15(01), 1–17. https://doi.org/10.21107/personifikasi.v15i1.25016
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nur Anisatul Khariroh, Ayik Mirayanti Mandagi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















