Al Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri <p><strong>Al-Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam</strong> is a journal produced by academics, scholars, and researchers who are interested in studying various aspects of Islam from an academic and scientific perspective. This journal contains articles containing research results, thoughts, and discussions on various topics related to Islam.</p> <p>Some of the topics discussed in this journal include Islamic history, theology, Islamic law, philosophy, sociology, and Islamic anthropology. This journal also discusses contemporary issues in the Islamic world, such as radicalism, terrorism, and extremism.</p> <p>Al Jabiri has high academic standards, with a strict article selection process involving experts in their fields. This journal is also published in various languages ​​to facilitate access for readers from various countries.</p> <p><strong>Al-Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam</strong> has been published since February 2022, precisely since the release of Volume 1, Number 1, Year 2022 and is published twice a year. The Editorial Board invites authors to submit their best manuscripts to be published in this Journal.</p> <p>This journal is professionally managed by the <strong>DAS Institute</strong> team. Currently, the Al-Jabiri journal: Jurnal Ilmiah Studi Islam has been indexed by several indexing engines such as: Crossref, Moraref, Google Scholar, etc.</p> <p>Editorial accepts articles in <strong>Arabic, Bahasa and English</strong>. Each article submitted will be read by the editorial team. Articles that are evaluated by the editor and deemed not in accordance with the journal criteria will be rejected without external review. Articles that we consider potentially interesting to readers are sent to peer reviewers. After the manuscript has been reviewed by the reviewer, the manuscript will be returned to the author for revision. The editorial team makes decisions based on the reviewer's recommendations.</p> en-US <p><strong>Al-Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam are licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/deed.id" target="_blank" rel="noopener">Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)</a></strong></p> <p><strong><img src="http://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></strong></p> info@das-institute.com (Toufan Aldian Syah) contact@das-institute.com (Akhmad Faizun) Mon, 08 Jun 2026 08:06:48 +0700 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMAHAMAN JIWA DALAM FILSAFAT IBN SINA DAN TEORI PSIKOLOGI FREUD: ANALISIS KOMPARATIF LITERATUR https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/658 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemahaman jiwa dalam filsafat Ibn Sina dan teori psikologi Sigmund Freud, serta mengeksplorasi potensi integrasi kedua pendekatan ini dalam psikoterapi modern. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang telah terindeks di Google Scholar dan Scopus. Analisis dilakukan dalam tiga langkah utama: (1) reduksi data untuk mengelompokkan informasi relevan, (2) penyajian data, serta (3) penarikan kesimpulan berdasarkan analisis tematik terhadap konsep-konsep inti kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Sina membagi jiwa manusia menjadi tiga tingkatan: vegetatif, hewani, dan rasional, dengan jiwa rasional sebagai puncak hierarki yang memiliki kapasitas untuk mengenal Tuhan. Perspektifnya menekankan pentingnya keseimbangan spiritual dan material dalam kehidupan manusia. Di sisi lain, Freud mengembangkan teori struktur kepribadian yang terdiri dari id, ego, dan superego, yang berfokus pada konflik psikodinamis dan peran alam bawah sadar. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi pendekatan Ibn Sina dan Freud dapat menghasilkan model psikoterapi holistik yang memadukan dimensi spiritual dan psikodinamis. Ibn Sina memperkaya pendekatan Freud dengan menambahkan nilai-nilai spiritual, sementara metodologi Freud menyediakan kerangka eksplorasi konflik bawah sadar yang lebih terstruktur. Integrasi ini menawarkan peluang untuk menjawab tantangan kesehatan mental dan eksistensial dalam masyarakat modern yang lintas-budaya dan lintas-disiplin.</p> Adam Hafidz Al Fajar, Dicky Ruchyat Shidik Copyright (c) 2026 Adam Hafidz Al Fajar, Dicky Ruchyat Shidik https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/658 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS ISTINBATH HUKUM MUHAMMADIYAH DALAM MENETAPKAN HUKUM QUNUT SUBUH https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/1333 <p><em>This study discusses the Muhammadiyah method of istinbā</em><em>ṭ</em><em> al-</em><em>ḥ</em><em>ukm in determining the law of Qunut Subuh. The study aims to identify the legal foundations and the tarjih method used by Muhammadiyah in understanding the practice of Qunut Subuh, which remains a matter of khilāfiyah among Islamic scholars. This research employs a qualitative method with a library research approach through the examination of Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, hadiths, and relevant fiqh literature. Data analysis was conducted using content analysis on the arguments derived from the Qur’an, hadith, ijmā’, qiyās, and ijtihād tarjih. The findings reveal that Muhammadiyah does not consider Qunut Subuh as a continuously practiced sunnah because there is no specific Qur’anic evidence commanding it, while the hadiths concerning Qunut Subuh are viewed as having differences in quality and contextual interpretation. Muhammadiyah emphasizes the tarjih approach by selecting the strongest hadiths based on the authenticity of their sanad and matn. Therefore, Qunut Subuh is regarded as a matter of khilāfiyah that requires careful consideration in determining its legal status.</em></p> <p>Penelitian ini membahas tentang metode istinbāṭ hukum Muhammadiyah dalam menetapkan hukum qunut Subuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar dalil dan metode tarjih yang digunakan Muhammadiyah dalam memahami praktik qunut Subuh yang menjadi persoalan khilafiyah di kalangan ulama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengkajian terhadap Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, hadis, serta literatur fikih yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis terhadap dalil Al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, dan ijtihad tarjih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak menetapkan qunut Subuh sebagai sunnah yang dilakukan secara terus-menerus dikarenakan tidak ditemukan dalil Al-Qur’an yang secara khusus memerintahkannya, sedangkan hadis-hadis tentang qunut Subuh dipandang memiliki perbedaan kualitas dan konteks pemaknaan. Muhammadiyah lebih menekankan pendekatan tarjih dengan memilih hadis yang dianggap paling kuat berdasarkan kesahihan sanad dan matan. Oleh karena itu, qunut Subuh dipandang sebagai persoalan khilafiyah yang memerlukan sikap hati-hati dalam penetapan hukumnya.</p> Cinthya Dhea, Ravika Dwi Rahmatika Copyright (c) 2026 Cinthya Dhea, Ravika Dwi Rahmatika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/1333 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS HUKUM PENGGUNAAN SHOOPE PAYLATER DALAM KONTEKS JUAL BELI ONLINE SHOOPE MENURUT FIQIH MUAMALAH https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/688 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kegiatan muamalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Muamalah menjadi sarana untuk menguji nilai keagamaan dan kehati-hatian umat Islam dalam menjalankan ajaran Allah SWT. Salah satu aspek penting dalam muamalah adalah jual beli, yang melibatkan pertukaran barang atau jasa dengan barang atau uang secara sukarela dan sesuai syariat. Jual beli dianggap sah apabila memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan dalam fiqih Islam. Namun, apabila salah satu dari rukun atau syarat tersebut tidak terpenuhi, transaksi tersebut dapat dianggap batal atau tidak sah. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan melarang riba, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 275. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep jual beli dalam perspektif fiqih muamalah, meliputi definisi, rukun, dan syarat yang harus dipenuhi agar transaksi jual beli menjadi sah. Kajian ini juga membahas relevansi praktik penjualan beli di tengah kehidupan modern dengan tantangan-tantangan baru yang muncul. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan untuk menggali sumber-sumber otoritatif dalam Islam, seperti Al-Qur'an, hadis, dan pendapat ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap prinsip-prinsip fiqih muamalah dalam transaksi jual beli tidak hanya memastikan sahnya transaksi secara syariat, tetapi juga menciptakan keadilan dan keberkahan dalam aktivitas bermuamalah.</span></span></p> Esa Mardaningsih, Sanaya Rahma Fitria, Ali As'ad Copyright (c) 2026 Esa Mardaningsih, Sanaya Rahma Fitria, Ali As'ad https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/688 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0700 ANALYSIS OF THE INTEGRATION OF ISLAMIC VALUES IN THE PROCESS OF DIGITIZING LEARNING FOR STUDENTS OF ISLAMIC UNIVERSITY 45 BEKASI https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/692 <p>Digitalization of learning has become a phenomenon that penetrates almost all lines of education. Along with technological developments, the application of Islamic values in education needs to be evaluated so that digital learning remains relevant to Islamic principles. This study aims to analyze the extent to which Islamic values can be integrated in the learning digitization process at Patrima Islam University Bekasi. Using a mixed method consisting of student surveys, interviews with lecturers, and document analysis, this research reveals the challenges and opportunities in integrating Islamic values in technology-based learning. The results are expected to provide recommendations for the development of digital learning that is more effective and in accordance with Islamic principles.</p> Abiyu Rifky Yandi Harahap, Baruna Jaya Hartanto Copyright (c) 2026 Abiyu Rifky Yandi Harahap, Baruna Jaya Hartanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.das-institute.com/index.php/al-jabiri/article/view/692 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0700