PEMAHAMAN JIWA DALAM FILSAFAT IBN SINA DAN TEORI PSIKOLOGI FREUD: ANALISIS KOMPARATIF LITERATUR

Authors

  • Adam Hafidz Al Fajar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Dicky Ruchyat Shidik Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.53866/aljabiri.v5i1.658

Keywords:

Analisis Komparatif, Freud, Ibn Sina, Teori Filsafat, Teori Psikologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif pemahaman jiwa dalam filsafat Ibn Sina dan teori psikologi Sigmund Freud, serta mengeksplorasi potensi integrasi kedua pendekatan ini dalam psikoterapi modern. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang telah terindeks di Google Scholar dan Scopus. Analisis dilakukan dalam tiga langkah utama: (1) reduksi data untuk mengelompokkan informasi relevan, (2) penyajian data, serta (3) penarikan kesimpulan berdasarkan analisis tematik terhadap konsep-konsep inti kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Sina membagi jiwa manusia menjadi tiga tingkatan: vegetatif, hewani, dan rasional, dengan jiwa rasional sebagai puncak hierarki yang memiliki kapasitas untuk mengenal Tuhan. Perspektifnya menekankan pentingnya keseimbangan spiritual dan material dalam kehidupan manusia. Di sisi lain, Freud mengembangkan teori struktur kepribadian yang terdiri dari id, ego, dan superego, yang berfokus pada konflik psikodinamis dan peran alam bawah sadar. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi pendekatan Ibn Sina dan Freud dapat menghasilkan model psikoterapi holistik yang memadukan dimensi spiritual dan psikodinamis. Ibn Sina memperkaya pendekatan Freud dengan menambahkan nilai-nilai spiritual, sementara metodologi Freud menyediakan kerangka eksplorasi konflik bawah sadar yang lebih terstruktur. Integrasi ini menawarkan peluang untuk menjawab tantangan kesehatan mental dan eksistensial dalam masyarakat modern yang lintas-budaya dan lintas-disiplin.

References

Abdillah, Musyrifah. 2019. “Nafsu dan Id dalam perspektif barat dan Islam.” Jurnal Psikologi Terapan (JPT) 2 (1): 10–13.

Arroisi, Jarman. 2018. “Spiritual healing dalam tradisi sufi.” TSAQOFAH 14 (2): 323–48.

Bargh, John A, dan Ezequiel Morsella. 2008. “The unconscious mind.” Perspectives on psychological science 3 (1): 73–79.

Blatt, Sidney J. 2007. “A fundamental polarity in psychoanalysis: Implications for personality development, psychopathology, and the therapeutic process.” Psychoanalytic Inquiry 26 (4): 494–520.

Daulay, Nurussakinah. 2015. Pengantar Psikologi dan Pandangan Al-Qur’an Tentang Psikologi. Kencana.

Djaali, Haji. 2023. Psikologi pendidikan. Bumi Aksara.

Erolin, Caroline, Mohammadali M Shoja, Marious Loukas, Ghaffar Shokouhi, Mohammada Reza Rashidi, Majid Khalili, dan R Shane Tubbs. 2013. “What did Avicenna (Ibn Sina, 980–1037 AD) look like?” International Journal of Cardiology 167 (5): 1660–63.

Fadli, Muhammad Rijal. 2021. “Memahami desain metode penelitian kualitatif.” Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum 21 (1): 33–54.

Freud, Sigmund. 1989. “The ego and the id (1923).” Tacd Journal 17 (1): 5–22.

Guntrip, Harry Y. 2018. Personality structure and human interaction: The developing synthesis of psychodynamic theory. Routledge.

Gutas, Dimitri. 2016. “Ibn Sina [Avicenna].”

Haque, Amber. 2004. “Psychology from Islamic perspective: Contributions of early Muslim scholars and challenges to contemporary Muslim psychologists.” Journal of religion and health 43: 357–77.

Hearnshaw, Leslie Spencer. 2019. The shaping of modern psychology: An historical introduction. Routledge.

Huberman, Miles &. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Jaarvis, Matt. 2019. Teori-teori psikologi: Pendekatan modern untuk memahami perilaku, perasaan, dan pikiran manusia. Nusamedia.

Jolibert, Bernard. 1993. “Sigmund Freud (1856—1939).” Perspectives: revue trimestrielle de l’éducation, no. 3–4.

Kernberg, Otto F. 2009. “Psychoanalysis: Freud’s theories and their contemporary development.” New Oxford textboof of psychiatry, 293–320.

Khasanah, Nur, Achmad Irwan Hamzani, dan Havis Aravik. 2020. “Klasifikasi Ilmu Menurut Ibn Sina.” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 7 (5): 993–1008.

Liem, Andrian, dan Rachmania Nia P Wardhani. 2020. Pengobatan Komplementer dan Alternatif Dalam Psikologi Klinis. Sanata Dharma University Press.

Mulkhan, Abdul Munir. 2013. “Filsafat Tarbiyah berbasis kecerdasan makrifat.” Jurnal Pendidikan Islam 2 (2): 219–39.

Norman, Nurul Ain. 2021. “Ibn Sina’s Theory of the Soul: A Taxonomy of Islamic Education.” ICR Journal 12 (2): 275–89.

Parsons, Talcott. 1952. “The superego and the theory of social systems.” Psychiatry 15 (1): 15–25.

Smith, David Livingstone. 1999. Freud’s Philosophy of the Unconscious. Vol. 23. Springer Science & Business Media.

Taswin, Mubarak. 2022. “Refleksi Pemikir Islam Tentang Ontologi Jiwa dan Relasinya di dalam Al-Qur’an.” Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 24 (2).

Taufik, Muhammad, dan Muhammad Zainal Abidin. 2023. “Examining Ibn Sīnā’s and Suhrawardī’s Notion of the Soul: Reflections on Their Philosophical Contributions in the Modern Context.” Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 24 (1).

Westen, Drew. 1998. “The scientific legacy of Sigmund Freud: Toward a psychodynamically informed psychological science.” Psychological bulletin 124 (3): 333.

Wibowo, Hamid Sakti. 2023. Ibnu Sina: Pemikiran dan Warisan Ilmiah. Tiram Media.

Zamzami, Mukhammad, Abdullah HosseiniEskandian, Hossein Gholizadeh, Mohammad Moradi Shariati, dan Abd A’la. 2014. “Physical and Spiritual Dimensions of Happiness in the Thought of al-Fārābī and Ibn Sīnā.” Journal of Law and Religion 29 (1): 76–91.

Downloads

Published

2026-06-08